Jumat, 24 Januari 2014

asuhan kebidanan komunitas pada ibu hamil dengan anemia



ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA DENGAN ANGGOTA KELUARGA MEMPUNYAI MASALAH ANEMIA DALAM KEHAMILAN
I.                    PENGKAJIAN

Tanggal                  : 15 agustus 2013 jam 17.00
Tempat                  : Rumah Tn.S


A.     Data Umum
1.      Nama KK              : Tn. S
2.      Alamat Dan Telp   : Pekunden Rt 3/ 3 Banyumas
3.      Pekerjaan KK        : Wiraswasta
4.      Pendidikan KK      : SMA
5.      Komposisikeluarga:

NO
NAMA
L/P
UMUR
HUB DG KELG
PENDDKN
PEKERJ
STAT KESHTN
1
Tn S
L
40
KK
SMA
Swasta
Sehat

2.
Ny. Y
P
37 th
Istri
S1
Dagang
Hamil 26 mg
2.
An. B
P
5 th
Anak
-
-
sehat






56
Gambar Genogram
33737
040400
32
      5
 









Ket :
                                          ; laki laki




                                          : Perempuan

: anak dalam kandungan

6.      Tipekeluarga          : merupakankeluargainti ( nuclear family ) yang terdiridariayah,ibudananakkandung
7.      Tipebangsa                        ; sukubangsajawa yang masihmenjunjungtinggihormatkepada ayah ( ayahselaludiutamakan ),patrilineal.
8.      Agama : Islam , danmasing – masing anggota keluargataatmenjalankanibadah
9.      Status social ekonomi: Kepalakeluargabekerjasebagaiwiraswasta di Jakarta, dan ibu sebagai pedagang di kios pasar yang berpenghasilan antara  2000.000 - 4.000.000.rupiah

B.     Aktifitasrekreasi : keluargamemanfaatkan waktu luang dengan menonton tv dan bermain dengan anak setelah seharian beraktifitas sebagai sarana rekreasi
C.     RiwayatdanTahapperkembangankeluarga
10.  Tahapperkembangankeluargasaatini: Tahapkeluargadengananakprasekolah  (family with  pre schoolchild)
11.  Tugasperkembangankeluarga: Keluargabelum bisa memenuhi tugasperkembangansesuaitahapperkembangan, yaitu tugas perkembangan keluarga untuk berkumpul dalam satu keluarga,
12.  Riwayatkesehatankeluargainti :
a.       Riwayatpenyakitketurunan : anggotakeluargatidakada yang sedangmenderitasakit
b.      Riwayatimunisasi : anakpertama mendapatimunisasilengkap,
c.       Sumberpelayanankesehatan yang biasadigunakan : Dokter,Rumah sakit
13.  Riwayatkesehatankeluargalainnya : dalamkeluargasuamidanistritidakada yang sedangmenderitapenyakit
D.     PengkajianLingkungan
14.  Karakteristikrumah:Tiperumahpermanenlantaikeramik,atapgenteng,ukuranrumah10x14 m,rumah bersih,ventilasi cukup
DenahRumah :

6

3

7

2

4

1
   5
 













Ket :
1) Ruangtamu
2)  Km tidurortu
3) Km tiduranak
4) ruangmakan/ruang keluarga
      5) dapur
6) km/wc
            7)  garasi
15.  Karakteristik tetangga dan komunitas : budaya setempat tidak ada yang merugikan kesehatan, kerukunan lingkungan baik yaitu misalnya adanya kegiatan kerja bakti,gotong royong
16.  Mobilitasgeografiskeluarga :Keluarga sudah menetap. Perkumpulan keluarga & interaksi dengan masyarakat : Keluarga jarang mengikuti perkumpulan yang ada di lingkungan ( PKK, Dawis, Dll ) karena sibuk berdagang dan suami berada di luar kota.
17.  Sistem pendukung keluarga : Keluarga mempunyai pendanaan untuk kesehatan, termasuk untuk persiapan persalinan,yaitu dari tabungan yang sudah di persiapkan dan dari asuransi yang dimiliki.
E.      Struktur Keluarga
18.  Pola komunikasi keluarga :  bahasa yang digunakan bahasa daerah setempat yaitu  Jawa dan bahasa Indonesia, komunikasi dengan suami dengan menggunakan telepon.
19.  Struktur kekuatan keluarga : keluarga tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi perilaku lingkungan karena kesibukan suami dan istri
20.  Struktur peran :peran masing- masing anggota keluarga belum sepenuhnya sesuai dengan peran masing- masing, Ayah sebagai pencari  nafkah  sedangkan tugas perkembangan ibu yang belum bisa terpenuhi adalah  pengasuhan anak yang sehari hari ditinggal bekerja dimana anak sering di rumah sendiri atau kadang kadang dititipkan ke rumah neneknya.
21.  Nilai atau norma keluarga: tidak ada kebiasaan atau adat dalam keluarga yang merugikan kesehatan
F.      Fungsi keluarga
22.  FungsiAfektif :keluargasalingmenghargaidiantarasesameanggotakeluarga, hubungan dengan suami per telepon
23.  Fungsisocial: keluarga menerapkan norma norma sosial yang ada pada masyarakat dan tidak ada atura khusus dalam keluarga.Pergaulan dengan ligkungan baik.
24.  Fungsiperawatankesehatan
a.       Keluargabelummemahamimasalahkesehatan yang ada
b.      Keluargakurangmemahamitentang anemiakehamilan
c.       Ibu sering lupa minum tablet fe karena malam capai dan sibuk bekerjadari pagi samapai sore
d.      KeluargamemanfaatkanDokter/RSbilasakit.
e.       Ibu memeriksakan kehamilannya di DSOG sebanyak 3x selama kehamilannya
f.       Keluarga tidak pernah memanfaatkan PKD/Bides yang ada di wilayahnya.
25.  Fungsireproduksi :jumlahanaksatu, dansudahmerencanakan untuk mengikuti  program KB setelah persalinan nanti yaitu menginginkan alat kontrasepsi IUD.
26.  Fungsiekonomi :penghasilankeluargacukupuntukmemenuhikebutuhanhidupsehariharidan bisa menabung untuk keperluan mendadak dan persiapan persalinan
G.     StresdanKopingkeluarga
27.  Stresorjangkapendek: ibu sedang hamil dan suami tidak berada di rumah
28.  Kemampuanberesponterhadapsituasistressor: Keluarga tidak menganggap masalah berat dengan kondisinya
29.  Strategikoping yang digunakan: menghubungi suami lewat telepon dan minta temani nenek (beda RW) atau mengambil keputusan sendiri untuk segera ke RS bila menghadapi masalah dengan kehamilannya
H.     Harapankeluargaterhadappetugaskesehatan: bisa membantu masalah kesehatan keluarga

I.        Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Ny.Y
An.B
BB
45
16
TB
155
95
Suhu
36,8
36,7
Nadi
78
82
Lila
22,5

Kepala
Mesocephal,rambut bersih
Mesocephal,rambut bersih
Mata
Simetris,anemis
Simetris,tak anemis
Hidung
Simetris,tak ada polip
Simetris,tak ada polip
Telinga
Simetris,bersih,tak ada serumen
Simetris,bersih,tak ada serumen
Leher
Tak oedema,tak ada pembesaran vena jugularis
Tak oedema,tak ada pembesaran vena jugularis
Dada
Tak ada tarikan dinding dada
Tak ada tarikan dinding dada
Perut
Tak adaluka bekas operasi
Tak ada luka bekas operasi
Extremitas atas
Tak oedem,fungsi normal
Tak oedem,fungsi normal
Extremitas bawah
Tak oedema,fungsi normal
Tak oedema,fungsi normal




J.       Status Obstetrikus Ny.Y
1)      Anamnesis
a)      HPHT  :22–4-2013
b)      HPL     :29-1 - 2014
c)      G P A   :2 / 1 / 0
2)      Pemeriksaan
a)      Kesadaran       : CM
b)      KU                  : Baik
c)      Tanda vital:
Ø  Suhu    : 37,2 C                                   
Ø  Nadi     : 82x / menit
Ø  Pernafasan: 20 x/ menit
Ø  Tensi    : 120 / 80 mm/hg
d)      BB      :  54  kg                        TB : 150 cm
e)      Lila     : 24 cm
f)       Hb       : 9,1 gr %
g)      Golda  : O
h)      Palpasi :
Ø  Leopold I        : tfu 2 jari ata pusat, teraba 1  bagianbulat lunak
Ø  Leopold II       :bagian kanan teraba tahanan memanjang,bagian kiri teraba bagian kecil janin
Ø  Leopold III      : teraba bulat keras melenting
Ø  Leopold IV     : bagian terendah janin belum masuk PAP ( konvergen)

K.     Kebiasaan sehari- hari
a.       Ibu
1)      Sebelum hamil
·         Makan 2-3x,porsi sedang,nasi sayur (kadang-kadang),dan buah.
·         Minum air putih dan teh manis,  5-6 gelas/hari
·         Mandi 2x/hari
·         Istirahat: tidur malam hari 5-6 jam, siang tidak pernah
·         BAB: 1x/ hari
·         BAK 4-5x/hari
2)      Sesudah hamil
·         Makan 2-3x,porsi sedang,nasi sayur ( kadang-kadang) dan buah
·         Minum air putih dan teh manis, 5-6 gelas/hari dan susu ibu hamil 1x/hari
·         Mandi 2x/hari
·         Istirahat: tidur malam hari 5-6 jam, siang tidak pernah
·         BAB: 1x/ hari
·         BAK 4-5x/hari










II.                 DIAGNOSA KEBIDANAN
A.     Analisa data
NO
Data ( S & O )
PenyebabMasalah
Masalah
1.
DO :
Hb 9,1 gr%
DS : Ibu mengatakan:
1.Keluarga/ibu mengatakantidaktahukalau keadaan yang dialaminya merupakan tanda bahaya kehamilan.
2.Polamakanibu: makan 2-3x/hari,makansayurkadangkadang,kebiasaanminumteh.
3. Ibu sibuk berdagang dari pagi sampai sore sehingga kurang istirahat dan malam sering lupa minum tablet fe
Kurangnya informasi tentang anemia kehamilan
Ketidaktahuankeluargamengenali anemia kehamilan berhubungan dengan kuragnya informasi mengenai anemia kehamilan dan pentingnya tablet fe



B.     PerumusanDiagnosa
DIAGNOSA
Aktual
1.      Ketidaktahuankeluargamengenali anemia kehamilan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang anemia kehamilan dan pentingnya konsumsi tablet fe
Resiko
1.      Resikoterjadinya komplikasi kehamilan,persalinan dan nifas pada Ny.Y  berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga  mengenali masalah anemia kehamilan

III.               PRIORITAS MASALAH DAN SCORING
Diagnosa
Kriteria
skor
Pembenaran
Ketidaktahuankeluargamengenali tanda dan bahaya anemia kehamilan
1.Sifat masalah:Tidak sehat








2.Kemungkinan masalah bisa diatasi:Sebagian






3.Potensial masalah bisa dicegah:cukup




4.Menonjolnya masalah: Masalah berat harus segera diatasi
3/3x1=1










1/2x2=1








2/3x1=2/3






2/2x1=1






1.Anemia kehamilan merupakan kondisi tidak sehat jika kelg tidak dapat melakukan perawatan yang tepat dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan,persalinan dan nifas

Sumber daya ada,umur kehamilan masih TM II namun kaena kesibukan ibu berdagang sehingga kurang memperhatikan istirahat dan konsumsi fe
Umur kehamilan masih TM II, setidaknya masih ada waktu untuk memperbaiki pola istirahat dan konsumsi tab fe
Anemia kehamilan merupakan masalah yang harus segera diatasi
Jumlah skor

3 2/3

Resikoterjadinya komplikasi kehamilan,persalinan dan nifas pada Ny,T                berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenaqli masalah anemia kehamilan
Sifat masalah:Ancaman








2.Kemungkinan masalah bisa diatasi:sebagian






3.Potensial masalah bisa dicegah:cukup






4.Menonjolnya masalah: Masalah tidak dirasakan
2/3x1=2/3










1/2x2=1








2/3x1=2/3







0/1x1=0

Anemia kehamilan merupakan ancaman terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas





Sumber daya ada,umur kehamilan masih TM II namun karena kesibukan ibu  sehingga kurang memperhatikan istirahat dan konsumsi fe

Umur kehamilan masih TM II, setidaknya masih ada waktu untuk memperbaiki pola istirahat dan konsumsi tab fe


Keluarga tahu dan mampu mengatasi masalah kesehatan tapi karena kesibukan ibu sering lupa untuk minum tab fe
Jumlah skor

2 1/3


Dari hasil skor diatas dapat dirumuskan bahwa prioritas masalah yang ada adalah Ketidaktahuan keluarga dalam mengenali anemia kehamilan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang anemia kehamilan.

IV.              PERENCANAAN TINDAKAN
TujuandanKriteria
RencanaTindakan
Dalamwaktu2minggukeluarga Tn.Smampumerawatanggotakeluarganyayang mengalami anemia kehamilan
Kriteria :
1.      Keluargadapatmemahami bahaya anemia kehamilan







2.      Keluargabisamenjelaskantindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia kehamilan













3.      Ny.Y bersedia meminum tab fe secara teratur



4.Kadar Hb ibu bisa meningkat pada kunjungan yang akan datang (2 minggu )






·         Diskusikantentang
ü  Anemia kehamilan
ü  Tanda penyebab anemia kehamilan dan cara mengatasinya
ü  Bahaya yang ditimbulkan dari anemia kehamilan


·         Jelaskanpadaibutentang
ü  Cara mengkonsumsi tab fe
ü  Konsumsi sayur/makanan yang membantu penyerapan tab fe
·         Melibatkan keluarga terdekat Ibu yaitu neneknya untuk ikut membantu masalah kehamilan Ny.Y
·         Anjurkan ibu untuk berkonsultasi/memanfaatkan PKD/Bides untuk membantu mengatasi masalah kehamilan yang dihadapi ibu



·         Tunjukkan cara konsumsi tab fe,yaitu pada malam hari dan diminum dengan air putih


·         Melakukan kunjungan ulang 2 minggu yang akan datang dan melakukan pemeriksaan Hb ibu.



V.                 IMPLEMENTASI
TanggaldanWaktu
Diagnosa
Implementasi
EvaluasiRespon
15 Agust-13

Pk.17.00
Ketidaktahuankeluargamengenali anemia kehamilan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang anemia kehamilan dan pentingnya talet fe
1.Mendiskusikantentang
ü  Anemia kehamilan
ü  Tanda penyebab anemia kehamilan dan cara mengatasinya
ü  Bahaya yang ditimbulkan dari anemia kehamilan
2.Menjelaskan pada ibutentang
ü  Cara mengkonsumsi tab fe

ü  Konsumsi sayur/makanan yang membantu penyerapan tab fe



ü  Menghindari makanan/minuman yang menghambat penyerapan zat besi yaitu kebiasaan ibu minum teh.



3.Menunjukkan cara konsumsi tab fe, yaitu pada malam hari diminum degan air putih




4.Menjelaskan kebutuhan istirahat ibudan meluangkan waktu untuk beristirahat

5.Memberitahu ibu bahwa bidan akan melakukan kunjunganulang 2 minggu yang akan datang dan melakukan pemeriksaan Hb ibu.

6.Menganjurkan ibu untuk melibatkan anggota keluarga yang lain (nenek) untuk ikut memantau kehamilannyamisalnya menemani periksa kehamilan ataupun mengingatkan pentingnya konsumsi tablet fe dan gizi ibu hamil



7.Menganjurkan ibu untuk memanfaatkan sarana kesehatan yang terdekat, yaitu bidan desa untuk membantu masalah kesehatan yang dialaminya
1.Keluarga mampu  menjelaskan pengertian tentang anemia,penyebab dan cara mengatasinya










Ibu mengerti  tentang cara konsumsi fe dan pentingnya tablet fe.
Ibu bersedia mengkonsumsi sayur/makanan yang membantu penyerapan fe, misalnya sayuran berwarna hijau,buah buahan.
Ibu mau menghindari makanan/minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi yaitu kebiasaan ibu minum teh



Ibu mengerti cara mengkonsumsi tablet fe,yaitu pada malam hari,di minum dengan air putih



Ibu bersedia meluangkan waktu untuk beristirahat sesuai kebutuhannya


Ibu bersedia dilakukan kunjungan ulang pada tanggal 29 Agustus 2013




Ibu bersedia melibatkan nenek untuk ikut merawat kehamilannya dan ikut mengingatkan pentingnya konsumsitablet fe dan gizi ibu hamil







Ibu bersedia memanfaatkan sarana kesehatan yang terdekat yaitu bidan desa untk membantu masalah kesehatan yang dialaminya


VI.              EVALUASI
Tanggal dan waktu

Diagnosa
SOAP
28 Agust. 13

Jam 17.00
Ketidaktahuan keluarga entang bahaya gauta keluarga yang sakit ( hamil dengan anemia ) berhubungan dengan kurangya informasi tentang anemia kehamilan
S;
Pernyataan keluarga bahwa fe telah dikonsumsi sesuai anjuran dan klien juga mengkonsumsi makanan yang membantu penyerapan fe
Keluarga selalu mengingatkan Ny.Y untuk mengkonsumsi tab fe dan bersedia menemani ibu untukmelakukan kunjungan ulang
O:
nenek menemani ibu saat bidan melakukan kunjungan ulang
Kadar Hb ibu 9,8 gr%
A:
Keluarga menunjukan kemampuan merawat anggauta keluarganya yang hamil dengan anemia.

P:
Pantau kemajuan yang dicapai keluarga
Pastikan fe dikonsumsi sesuai anjuran
Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke bidan sesuai jadwal yaiu 4 minggu kemudian
Penkes tentang P4K    




SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Hari / Tanggal                    :    Rabu, 28 agustus  2013
Waktu                                :    Pukul   17.00 WIB
Pokok Bahasan                  :    Anemia Kehamilan
Sub Pokok Bahasan           :    Anemia kehamilan dan zat besi
Sasaran                              :    Keluarga Tn.S
Penyuluh                            :    Ulil Khasanah
Tempat                               :    Rumah keluarga Tn.S

I.     Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang anemia kehamilan, keluarga diharapkan memahami tentang anemia kehamilan,tanda tanda,bahaya yang di timbulkan dan cara mengatasinya
II.   Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan  penyuluhan, keluarga dapat:
  1. Mengetahui pengertian anemia kehamilan
  2. Mengetahui tanda tanda anemia kehamilan
  3. Mengetahui bahaya yang ditimbulkan
  4. Mengetahui cara mengatasi anemia kehamilan

III. Garis-garis Besar Materi            
  1. Pengertian anemia kehamilan
  2. Tanda anemia kehamilan
  3. Bahaya anemia kehamilan
  4. Cara mengatasi anemia kehamilan
  5. Cara konsumsi tablet fe
IV. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3.  Demonstrasi
V.   Media dan Alat Peraga
  1. Leaflet/Lembar peraga
VI.    Proses Kegiatan Penyuluhan
No
KEGIATAN
Respon Ibu Hamil
Waktu
1.
Pendahuluan :
  • Memberi salam pembuka dan perkenalan diri
  • Menjelaskan tujuan
  • Kontrak waktu

  • Ø Membalas salam
  • Ø Mendengarkan
  • Ø Memberi respon
2
Menit
2.
Penjelasan :
  • Pengertian anemia kehamilan
  • Ciri/tanda tanda anemia kehamilan
  • Macam anemia
  • Bahaya anemia dalam kehamilan
  • Cara mengatasi anemia kehamilan
  • Cara minum tab fe
Mendengarkan dengan penuh perhatian
10 Menit
3.
Penutup :
  • Tanya jawab

  • Menyimpulkan hasil penyuluhan

  • Memberikan salam penutup

  • Menanyakan hal yang belum jelas
  • Aktif bersama menyimpulkan
  • Membalas salam
3 Menit

VII.   Evaluasi
  1. Mengajukan pertanyaan lisan.
  • Tes awal.
Apa pengertian anemia kehamilan
  • Tes akhir
Bagaimana cara mengatasi anemia kehamilan
  1. Observasi.
  • Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah mereka diam atau menjawab (benar atau kurang tepat).
  • Ibu antusias atau tidak.
  • Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.
ANEMIA PADA IBU HAMIL
A.       Pengertian
Anemia adalahjumlahseldarahmerahmenurun, kadarHbmenurun di bawah normal (normal wanita 12 gr %, pria 14 gr%).Padawanitahamildikatakan anemia apabilakadarHbnya di bawah 11 gr % dan anemia beratjikaHbdibawah 8 gr%.CaramengetahuisecarapastikadarHbdengandilakukantes darah.
B.     Ciri-ciriibuhamildengan anemia
Biasanya ibu hamil dengan anemia mengeluhkansebagianataukeseluruhanciri-ciridibawahini, danuntukmemastikannyaharusdenganteskadarHbdalamdarah.Ciri-ciritersebutantaralain :
a.          Pucatpadabibir, konjungtiva, lidah, gusi, kulit.
b.         Lemah
c.          Letih
d.         Lesu
e.          Lunglai
f.          Nafas terengah-engah
g.         Nyeri dada
h.         Ikterus

C.    Macam-macam anemia pada ibu hamil
1.      Anemia defisiensibesi/ karenakekuranganzatbesi
Penyebabtersering anemia selamakehamilandanmasanifasadalahdefisiensibesidankehilangandarahakut.Tidakjarangkeduanyasalingberkaitanerat, karena pengeluaran darah yang berlebihandisertaihilangnyabesi hemoglobin danterkurasnyasimpananbesipadasuatukehamilandapatmenjadipenyebabpenting anemia defisiensibesipadakehamilanberikutnya.
Status gizi yang kurangseringberkaitandengan anemia defisiensibesi(Scholl, 1998).Padagestasibiasadengansatujanin, kebutuhanibu akan besi yang dipicu oleh kehamilannya rata-rata mendekati 800 mg; sekitar 500 mg, bila tersedia, untuk ekspansi massa hemoglobin ibu sekitar 200 mg atau lebih keluar melalui usus, urin dan kulit. Jumlah total ini 1000 mg jelas melebihi cadangan besi pada sebagian besar wanita. Kecuali apabila perbedaan antara jumlah cadangan besi ibu dan kebutuhan besi selama kehamilan normal yang disebutkandiatasdikompensasiolehpenyerapanbesidarisalurancerna, akanterjadi anemia defisiensibesi. 
Dengan meningkatnya volume darah yang relatif pesat selama trimester kedua, makakekuranganbesiseringbermanifestasisebagaipenurunantajamkonsentrasi hemoglobin. Walaupun pada trimester ketiga laju peningkatan volume darah tidak terlalu besar, kebutuhan akan besi tetap meningkat karena peningkatan massa hemoglobin ibu berlanjut dan banyak besi yang sekarang disalurkan kepada janin. Karena jumlah besi tidak jauh berbeda darijumlah yang secara normal dialihkan, neonatusdariibudengan anemia berattidakmenderita anemia defisiensibesi( Arisman, 2007 ).
2.      Anemia karenaperdarahan
Seringterjadipadamasanifas.Solusioplasentadanplasentapreviadapatmenjadisumberperdarahanseriusdan anemia sebelumatausetelahpelahiran.Padaawalkehamilan, anemia akibatperdarahanseringterjadipadakasus-kasusabortus, kehamilanektopik, danmolahidatidosa.Perdarahanmasihmembutuhkanterapisegerauntukmemulihkandanmempertahankanperfusi di organ-organ vital walaupun jumlah darah yang digantiumumnyatidakmengatasidifisit hemoglobin akibatperdarahansecaratuntas, secaraumumapabilahipovolemia yang berbahayatelahteratasidan hemostasis tercapai, anemia yang tersisaseyogyanyaditerapidenganbesi. Untuk wanitadengan anemia sedang yang hemoglobinnyalebihdari 7 g/dl, kondisinyastabil, tidaklagimenghadapikemungkinanperdarahanserius, dapatberobatjalantanpamemperlihatkankeluhan, dan tidak demam, terapi besi selama setidaknya 3 bulanmerupakanterapiterbaikdibandingkandengantransfusidarah ( Sarwono, 2005 ). 
3.      Anemia karenaradang/ keganasan
Gejala-gejalatubuhlemah, penurunanberatbadan, danpucatsudahsejakjamanduludikenalsebagaiciripenyakitkronik.Berbagaipenyakitterutamainfeksikronikdanneoplasmamenyebabkan anemia derajatsedangdankadang-kadangberat, biasanyadenganeritrosityansedikithipokromikdanmikrositik.Dahulu, infeksikhususnya tuberculosis, endokarditis, atauesteomielitisseringmenjadipenyebab, tetapiterapiantimikrobatelahsecarabermaknamenurunkaninsidenpenyakit-penyakittersebut.Saatini, gagalginjalkronik, kankerdankemoterapi, infeksi virus imunodefisiensimanusia (HIV), danperadangankronikmerupakanpenyebabtersering anemia bentukini.
Selama kehamilan, sejumlah penyakit kronik dapat menyebabkan anemia.Beberapadiantaranyaadalahpenyakitginjalkronik, supurasi, penyakitperadanganusus (inflammatory bowel disease), lupus eritematosussistemetik, infeksigranulomatosa, keganasan, dan arthritis remotoid. Anemia biasanyasemakinberatseiring dengan meningkatnya volume plasma melebihi ekspansi massa sel darah merah. Wanitadenganpielonfritisakutberatseringmengalami anemia nyata. Hal initampaknyaterjadiakibatmeningkatnyadestruksieritositdenganproduksieritropoietin normal (Cavenee dkk,2001). 
4.      Anemia aplastikkarenakerusakansumsumtulang
Walaupunjarangdijumpaipadakehamilan, anemia aplastikadalahsuatupenyulit yang parah.Diagnosisditegakkanapabiladijumpai anemia, biasanyadisertaitrombositopenia, leucopenia, dansumsumtulang yang sangathiposeluler (Marsh dll, 1999).Padasekitarsepertigakasus, anemuadipicuolehobatatauzatkimia lain, infeksi, radiasim, leukemia, dangangguanimunologis.
Kelainanfungsionalmendasartampaknya adalah penurunan mencolok sel induk yang terikat di sumsum tulang. Banyak bukti yang menyatakanbahwapenyakitinidiperantaraioleh proses imunologis (Young danMaciejewski, 1999). Pada penyakit yang parah, yang didefinisikansebagaihiposelularitassumsumtulang yang kurangdari 25 persen, angka kelangsungan hidup 1 tahunhanya 20 persen (Suhemi, 2007).
5.      Anemia hemolitikkarenausiaseldarahmerah yang pendek
Anemia hemolitikdisebabkanpenghancuran/pemecahanseldarahmerah yang lebih cepat dari pembuatannya. Ini dapat disebabkan oleh :
a. Faktor intra kopuskulerdijumpaipada anemia hemolitikheriditer, talasemia, anemia sel sickle (sabit), hemoglobin, C, D, G, H, I danparaksismalnokturnalhemoglobinuria
b.      Faktorekstrakorpuskuler, disebabkan malaria, sepsis, keracunzatlogam, dandapatbesertaobat-obatan, leukemia, penyakithodgkindan lain-lain. 
Gejalautamaadalah anemia dengankelaina-kelainangambarandarah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital
Pengobatanbergantungpadajenis anemia hemolitiksertapenyebabnya.Biladisebabkanolehinfeksimakainfeksinya di berantasdandiberikanobat-obatpenambahdarah.Namun, padabeberapajenisobat-obatan, halinitidakmemberikanhasil.Makatransfusidarah yang berulangdapat membantu penderita ini. 
6.      Anemia megaloblastikkarenagangguanpencernaan
Anemia megaloblastik yang disebabkanolehkekurangan vitamin B12 selama kehamilan sangat jarang terjadi, ditandai oleh kegagalan tubuh menyerap vitamin B12 karena tidak adanyafaktor intrinsik.Ini adalahsuatupenyakitautoimun yang sangatjarangpadawanitadengankelainanini.Defisiensi vitamin B12 padawanitahamillebihmungkindijumapaipadamereka yang menjalanireseksilambungparsialatau total.Kausa lain adalahpenyakitCrohn, reseksi ileum, danpertumbuhanbakteriberlebihan di usus halus. 
Kadar vitamin B12 serum diukur dengan radio immunoassay.Selamakehamilan, kadarnonhamilkarenaberkurangnyakonsentrasi protein pengangkut B12 transkobalamin. Wanita yang telahmenjalanigastrektomi total harusdiberi 1000 mg sianokobalamin (vitamin B12) intramuscular setiap bulan. Mereka yang menjalanigastrektomiparsialbiasanyatidakmemerlukanterapiini, tetapiselama kehamilan kadar vitamin B12 perludipantau. Tidakadaalasanuntukmenundapemberianasamfolatselamakehamilanhanyakarenakekhawatiranbahwaakanterjadi gangguan integritas saraf pada wanita yang mungkinhamildansecarabersamaanmengidap anemia pernisiosaAddisonian yang tidakterdeteksi (sehinggatidakdiobati).
7.      Anemia karena penyakit keturunan misalnya anemia sel sabit
Penyakit sel sabit (sickle cell disease) adalah suatu penyakit keturunan yang ditandai dengan sel darah merah yang berbentuksabitdan anemia hemolitikkronik.Padapenyakitselsabit, sel darah merah memiliki hemoglobin (protein pengangkut oksigen) yang bentuknya abnormal, sehingga mengurangi jumlah oksigen di dalam sel dan menyebabkan bentuk sel menjadi seperti sabit.
Sel yang berbentuk sabit menyumbat dan merusak pembuluh darah terkecil dalam limpa, ginjal, otak, tulang dan organ lainnya; dan menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke organ tersebut. Sel sabit ini rapuh dan akan pecah pada saat melewati pembuluh darah, menyebabkan anemia berat, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ dan mungkin kematian.
Anemia sel sabit adalah kondisi serius di mana sel-sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit, seperti huruf C. Seldarahmerah normal berbentukdonattanpalubang (lingkaran, pipih di bagiantengahnya), sehingga memungkinkan mereka melewatipembuluhdarahdenganmudahdanmemasokoksigenbagiseluruhbagian tubuh. Sulit bagi sel darah merah berbentuk bulan sabit untuk melewati pembuluh darah terutama di bagian pembuluh darah yang menyempit, karenaseldarahmerahiniakantersangkutdanakanmenimbulkan rasa sakit, infeksi serius, dan kerusakan organ tubuh.

D.    AKIBAT ANEMIA PADA IBU HAMIL
Akibat anemia pada ibu hamil antara lain :
a.       Abortus
b.      Persalinan preterm/sebelum waktunya
c.       Proses persalinan lama
d.      Perdarahansetelahpersalinan
e.       Syok
f.       Infeksi pada saat dan sesudah persalinan
g.      Payah jantung
h.      Bayi lahir prematur
i.        Bayi cacat bawaan
j.        Kekurangan cadangan besi
k.      Kematian janin
l.        Kematian ibu
E.     Penatalaksanaandanpencegahan anemia pada ibu hamil
Penatalaksanaandanpencegahan yang umum dilakukan adalah dengan pemberian suplemen zat besi sedikitnya 1 tablet selama 90 hari berturut-turut selama masa kehamilan. PemeriksaankadarHbsemuaibuhamildilakukanpada kunjungan ANC pertama dan pada minggu ke-28. Apabila ditemukan ibu hamil dengan anemia berikan tablet Fe 2-3 kali 1 tablet perhari dan disarankan untuk tetap minum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan. Pada ibu hamil trimester  3 dengan anemia perludiberizatbesidanasamfolatsecara IM dandisarankanuntukbersalin di rumah sakit.
Pencegahan juga bisa dilakukan secara mandiri dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna) dan memperbanyak konsumsi makanan-makanan yang kaya akan zat besi seperti hati ayam (disarankan hati ayam kampung) ataupun sapi, sayur bayam dan juga buah-buahan (disarankan hati hewan, sayur dan buah organik). Dengan mengkonsumsi semua makanan tersebut, zat besi yang sangat diperlukan oleh sel-sel darah merah dapat terpenuhisecaramaksimaldandapatterhindardari.Periksakansedinimungkinapabilaterdapattanda-tanda anemia, agar langkah-langkah antisipasi bisa segera dilakukan.
F.     Cara meminum Tablet zat besi
1.      Sehari minum 1 tablet Fe pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual
2.      Minum tablet Fe bersamaan dengan vitamin C dan vitamin B12, misalnya dengan jus jeruk atau air lemon untuk membantu proses penyerapan.
3.      Jangan minum tablet Fe bersamaan dengan kopi, teh, alkohol dan susu karena dapat menghambat proses penyerapan

1 komentar: